Resume 3 Materi PKKMB HARI 1



RESUME MATERI PKKMB HARI - 1

Materi I

Prof Yudi Latif, MA., Ph.D 

Tema 

Kehidupan Berbangsa, Bernegara, Jati Diri Bangsa, dan Pembinaan Kesadaran Bela Negara.

ISI 

Indonesia sebagai negara yang besar dan majemuk tengah menghadapi tantangan serius dalam berbagai aspek kehidupan. Pergeseran nilai-nilai moral, sosial, budaya, bahkan ideologi semakin terasa di tengah masyarakat. Modernisasi dan globalisasi yang tidak diimbangi dengan filter nilai-nilai luhur bangsa menyebabkan perubahan yang kadang menjauhkan masyarakat dari identitas keindonesiaan.

Situasi ini mengkhawatirkan karena berpotensi menggerus semangat persatuan, nasionalisme, dan cinta tanah air. Oleh karena itu, diperlukan suatu konsepsi (pemahaman yang benar), kemauan yang kuat, serta kemampuan nyata untuk mempertahankan jati diri bangsa dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Jati Diri Bangsa Indonesia

Jati diri bangsa adalah karakter khas yang membedakan Indonesia dari bangsa lain. Jati diri ini tercermin dalam nilai-nilai dasar yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu:

1. Pancasila

Pancasila adalah dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia. Lima sila dalam Pancasila mencerminkan nilai-nilai luhur seperti ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial. Pancasila menjadi panduan moral dan etika dalam bertindak sebagai warga negara Indonesia.

2. Undang-Undang Dasar 1945

UUD 1945 adalah konstitusi negara yang mengatur segala aspek kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk hak dan kewajiban warga negara, serta struktur dan fungsi lembaga-lembaga negara. UUD 1945 menjamin keadilan, kebebasan, dan persamaan hak bagi seluruh rakyat Indonesia.

3. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

NKRI adalah bentuk final negara Indonesia yang tidak bisa diganggu gugat. Keutuhan wilayah dari Sabang sampai Merauke merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa. Semangat kesatuan ini menjadi landasan dalam menghadapi ancaman disintegrasi bangsa.

4. Bhinneka Tunggal Ika

Semboyan ini berarti "Berbeda-beda tetapi tetap satu". Indonesia terdiri dari berbagai suku, agama, ras, dan budaya. Namun semua keberagaman itu disatukan oleh semangat toleransi dan persatuan dalam bingkai NKRI.

Pembinaan Kesadaran Bela Negara

Untuk menjaga keutuhan bangsa dan mempertahankan jati diri nasional, diperlukan pembinaan kesadaran bela negara di kalangan seluruh warga negara. Bela negara tidak hanya berarti angkat senjata, tetapi juga partisipasi aktif dalam menjaga nilai-nilai bangsa dan kontribusi positif bagi negara.

Beberapa bentuk pembinaan kesadaran bela negara antara lain:

1. Pendidikan Kewarganegaraan

Melalui pendidikan kewarganegaraan, siswa dan mahasiswa dibekali pemahaman tentang hak dan kewajiban sebagai warga negara, nilai-nilai Pancasila, dan pentingnya menjaga persatuan bangsa.

2. Latihan Bela Negara

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan fisik dan mental generasi muda dalam menghadapi berbagai ancaman, baik dari dalam maupun luar negeri. Latihan ini juga menanamkan disiplin, tanggung jawab, dan semangat nasionalisme.

3. Kampanye Bela Negara

Sosialisasi dan kampanye di media massa maupun media sosial sangat penting untuk membangkitkan kembali semangat bela negara di masyarakat. Konten kampanye dapat berupa ajakan untuk cinta tanah air, menghargai perbedaan, dan aktif menjaga persatuan bangsa.

Tujuan Bela Negara

Bela negara memiliki beberapa tujuan utama yang berkaitan erat dengan kelangsungan hidup bangsa dan negara, antara lain:

1. Melindungi Kedaulatan Negara

Bela negara bertujuan menjaga negara dari segala bentuk ancaman, baik berupa ancaman militer, ideologi, budaya asing, radikalisme, terorisme, maupun disintegrasi bangsa. Setiap warga negara diharapkan mampu memberikan kontribusi sesuai perannya masing-masing.

2. Mempertahankan Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Dengan memiliki semangat bela negara, masyarakat akan lebih sadar pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama, antar suku, dan antar golongan. Hal ini menjadi kunci utama dalam mempertahankan stabilitas nasional.

3. Meningkatkan Ketahanan Nasional

Ketahanan nasional adalah kondisi dinamis bangsa dalam menghadapi tantangan global. Melalui bela negara, setiap warga dilatih untuk menjadi pribadi yang tangguh, cinta tanah air, dan siap menghadapi ancaman baik fisik maupun non-fisik, sehingga negara menjadi kuat dari dalam.

Kesimpulan 

Di tengah arus globalisasi dan modernisasi yang kian pesat, bangsa Indonesia tidak boleh kehilangan jati dirinya. Menjaga nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, semangat NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika adalah bentuk nyata dari bela negara.

Setiap warga negara, khususnya generasi muda, memiliki peran strategis dalam menjaga keutuhan bangsa. Melalui pendidikan, pelatihan, dan kampanye bela negara, diharapkan kesadaran dan semangat nasionalisme terus tumbuh demi Indonesia yang lebih kuat, bersatu, dan bermartabat.


Materi II

Erisandy Yudhistira 

Priority Banking Manager Bank Mandiri

Tema:

Penguatan Literasi Keuangan dan Kesejahteraan 

Mahasiswa


Literasi keuangan bukan sekadar kemampuan menghitung atau membuat anggaran, melainkan kemampuan memahami, mengelola, dan mengambil keputusan finansial yang cerdas dan bertanggung jawab. Bagi mahasiswa, hal ini sangat penting karena menyangkut kesejahteraan mereka secara menyeluruh, mulai dari kebutuhan sehari-hari hingga persiapan masa depan.

I. Pentingnya Literasi Keuangan di Kalangan Mahasiswa

Mahasiswa berada di masa transisi dari ketergantungan pada orang tua menuju kemandirian. Di fase ini, mereka mulai mengelola uang saku, beasiswa, atau penghasilan dari pekerjaan part-time. Namun, minimnya pengalaman dan pengetahuan sering kali membuat mahasiswa rentan terhadap berbagai masalah keuangan.

Beberapa tantangan umum yang dihadapi mahasiswa antara lain:

  • Biaya kuliah dan biaya hidup yang tinggi.

  • Tidak memiliki penghasilan tetap.

  • Tekanan gaya hidup dari lingkungan sosial (gadget, nongkrong, liburan).

  • Ketidaktahuan tentang cara mengelola utang dan investasi.

  • Potensi terjebak dalam pinjaman online atau utang konsumtif.

Dampaknya bisa sangat luas, mencakup:

  • Kesejahteraan finansial: sulit menabung, sering kehabisan uang sebelum akhir bulan, atau terjerat utang.

  • Kesejahteraan akademik: stres karena masalah uang mengganggu fokus belajar dan berdampak pada prestasi.

  • Kesehatan mental dan emosional: kecemasan, depresi, hingga konflik sosial karena tekanan finansial.

  • Kesiapan masa depan: tidak memiliki dana darurat atau rencana keuangan jangka panjang setelah lulus.

II. Strategi Penguatan Literasi Keuangan

Agar mahasiswa dapat bertahan dan berkembang secara finansial, diperlukan strategi penguatan literasi keuangan yang sistematis dan kolaboratif. Strategi ini melibatkan berbagai pihak:

1. Peran Perguruan Tinggi (Kampus)

  • Integrasi ke Kurikulum
    Materi tentang literasi keuangan dapat dimasukkan dalam mata kuliah wajib seperti Pengantar Ekonomi atau Kewirausahaan, serta ditawarkan sebagai mata kuliah pilihan seperti Manajemen Keuangan Pribadi.

  • Workshop & Seminar Interaktif
    Kampus bisa mengadakan pelatihan tentang:

    • Cara menyusun anggaran bulanan.

    • Mengelola pinjaman (termasuk pinjaman pendidikan dan pinjol).

    • Dasar-dasar investasi (saham, emas, reksa dana).

    • Menggunakan e-wallet dan transaksi digital yang aman.

    • Cara menghindari penipuan atau jebakan keuangan.

  • Konseling Keuangan
    Layanan konsultasi individu tentang keuangan sangat membantu, terutama bagi mahasiswa yang mengalami kesulitan. Konselor bisa berasal dari staf kampus yang terlatih atau dari kerja sama dengan pihak profesional.

  • Platform Digital
    Pengembangan aplikasi atau portal kampus yang menyediakan kalkulator keuangan, simulasi anggaran, materi pembelajaran digital, dan informasi beasiswa akan sangat membantu mahasiswa belajar mandiri.

2. Kolaborasi dengan Pihak Eksternal

Kampus bisa menggandeng lembaga seperti:

  • Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) untuk mengadakan edukasi publik.

  • Bank, fintech, dan asuransi sebagai narasumber atau penyedia materi edukatif.

  • Komunitas keuangan untuk mentoring dan pengembangan program literasi berkelanjutan.

3. Inisiatif Mahasiswa & Komunitas

  • Komunitas Literasi Keuangan: Klub atau kelompok belajar yang fokus pada edukasi finansial, mengadakan diskusi rutin, webinar, hingga kompetisi keuangan.

  • Mentoring antar Mahasiswa: Mahasiswa senior atau alumni dapat menjadi mentor bagi mahasiswa baru dalam hal pengelolaan keuangan.

  • Kampanye Kesadaran: Media sosial bisa dimanfaatkan untuk menyebarkan konten edukatif seperti tips hemat, cara mengelola uang saku, hingga kisah inspiratif mahasiswa yang sukses mengatur keuangannya.

4. Peran Mahasiswa Itu Sendiri

  • Aktif Belajar Mandiri: Menggunakan internet, buku, dan sumber terpercaya untuk belajar.

  • Praktik Langsung: Membuat anggaran, mencatat pengeluaran, menabung walau sedikit, dan belajar investasi sejak dini.

  • Bangun Mindset Sehat: Menganggap bahwa mengelola keuangan bukan beban, tetapi bekal penting untuk masa depan.

III. Dampak Positif Penguatan Literasi Keuangan

Jika strategi di atas dijalankan dengan baik, maka manfaatnya akan dirasakan dalam berbagai aspek:

1. Kesejahteraan Finansial

  • Lebih bijak menggunakan uang.

  • Tidak mudah tergoda gaya hidup konsumtif.

  • Memiliki tabungan dan dana darurat.

  • Mulai memahami dan berani mencoba investasi yang sesuai.

2. Kesejahteraan Akademik

  • Fokus belajar meningkat karena tidak terganggu masalah keuangan.

  • Kemungkinan lulus tepat waktu lebih besar.

  • Mahasiswa mampu mengambil keputusan bijak terkait pembiayaan kuliah atau studi lanjut.

3. Kesejahteraan Mental & Emosional

  • Lebih tenang dan percaya diri.

  • Terhindar dari stres berlebihan atau konflik sosial karena uang.

  • Merasa punya kendali atas hidup dan masa depan.

4. Kesejahteraan Jangka Panjang

  • Setelah lulus, mahasiswa siap menghadapi dunia kerja tanpa beban finansial berat.

  • Mampu merencanakan masa depan seperti menikah, membeli rumah, atau pensiun.

  • Menjadi warga negara yang mandiri dan bisa berkontribusi positif terhadap ekonomi masyarakat.

IV. Tantangan & Solusi

Beberapa hambatan yang mungkin muncul antara lain:

  • Kurangnya minat mahasiswa karena dianggap membosankan.

  • Keterbatasan sumber daya kampus.

  • Stigma negatif terhadap pembicaraan soal uang.

  • Kesulitan menerapkan teori ke praktik.

Solusi yang dapat dilakukan:

  • Menggunakan pendekatan kreatif seperti gamifikasi, simulasi, dan studi kasus nyata.

  • Membangun kolaborasi lintas sektor untuk mendukung sumber daya dan materi.

  • Menciptakan ruang diskusi yang aman dan tidak menghakimi.

  • Fokus pada hal praktis yang relevan dengan kehidupan mahasiswa sehari-hari.

Kesimpulan

Penguatan literasi keuangan mahasiswa adalah langkah strategis untuk menciptakan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga bijak dan mandiri secara finansial. Pendidikan keuangan yang tepat akan membekali mahasiswa dengan kemampuan untuk menghadapi tantangan hidup, mengambil keputusan yang tepat, dan meraih masa depan yang sejahtera.


Materi III

Prof. Kacung Marijan, Drs., MA.,Ph.D - Wakil Rektor 1 

UNUSA

Tema :

Sistem Pendidikan Tinggi di UNUSA


Gambaran Pendidikan Tinggi di Indonesia

Indonesia memiliki ribuan perguruan tinggi, terdiri dari universitas, politeknik, akademi, dan sekolah tinggi. Di antaranya, 933 universitas aktif, termasuk Unusa yang telah mendapatkan akreditasi unggul sejak dua tahun lalu dan kini masuk peringkat 80 besar nasional. Unusa menargetkan untuk masuk ke 50 besar perguruan tinggi terbaik di Indonesia, sebagai bukti komitmen dalam meningkatkan kualitas dan daya saing pendidikan tinggi berbasis nilai keislaman.

Visi dan Misi Unusa

Visi Unusa adalah menjadi perguruan tinggi terkemuka dan unggul di kawasan ASEAN yang berjiwa enterpreneur, serta memiliki jati diri Islami.
Unusa tidak hanya berfokus pada keunggulan akademik, tetapi juga menanamkan nilai moral dan keagamaan, sesuai dengan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja) dan ke-NU-an.

“Apalah artinya orang hebat, kalau tidak punya value keagamaan yang kuat.” – Prof. Kacong

Fakultas dan Program Studi

Unusa memiliki 23 program studi yang tersebar di 5 fakultas utama, yaitu:

1. Fakultas Kedokteran

  • Pendidikan Dokter (S1)

  • Profesi Dokter

2. Fakultas Keperawatan dan Kebidanan

  • S1 Keperawatan

  • Profesi Ners

  • D3 Kebidanan

3. Fakultas Kesehatan

  • S1 Kesehatan Masyarakat

  • S1 Gizi

  • D4 Analis Kesehatan

  • D4 Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)

4. Fakultas Ekonomi, Bisnis, dan Teknologi Digital

  • S1 Manajemen

  • S1 Akuntansi

  • S1 Teknik Informatika

  • S1 Bioteknologi

5. Fakultas Agama Islam dan Humaniora

  • S1 Pendidikan Agama Islam

  • S1 Ekonomi Syariah

  • S1 Psikologi

  • S1 Ilmu Hukum

Mayoritas program studi telah terakreditasi Baik Sekali hingga Unggul, dan beberapa di antaranya sedang dalam proses pembukaan kelas internasional dan jenjang pendidikan lanjutan (S2, S3, dan profesi dokter spesialis).

Kerjasama Internasional

Unusa menjalin kerja sama luar negeri dengan berbagai kampus internasional, antara lain:

  • Saint John University – Taiwan

  • Universiti Malaya dan Universiti Ciputra – Malaysia

  • Mitra akademik di Singapura dan negara Asia lainnya

Unusa juga membuka program double degree yang memungkinkan mahasiswa mendapatkan dua ijazah dari dua negara tanpa biaya tambahan.

 Standar Mutu dan Kurikulum

Unusa menerapkan sistem penjaminan mutu pendidikan yang ketat melalui:

  • Lembaga Jaminan Mutu Internal (LJMI) di tingkat universitas dan fakultas

  • Evaluasi berkelanjutan (continuous improvement)

  • Kurikulum berbasis KKNI dan SN-DIKTI yang diintegrasikan dengan:

    • Nilai Pancasila

    • Kewirausahaan

    • Aswaja dan ke-NU-an

Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) juga diterapkan untuk mendukung pembelajaran fleksibel dan berbasis pengalaman nyata.

 Fasilitas Pendukung Mahasiswa

Unusa memberikan banyak dukungan bagi pengembangan mahasiswa, di antaranya:

  • Green Room (konseling psikologi kampus) untuk konsultasi akademik dan personal.

  • Kursus bahasa asing gratis, seperti Bahasa Jepang dan Mandarin, sebagai bekal global.

  • Kesempatan magang, kerja, dan studi lanjut di dalam & luar negeri, melalui kerja sama strategis.

 Harapan dan Pesan

Prof. Kacong menutup dengan motivasi agar seluruh mahasiswa:

  • Menjadi lulusan yang berkompeten, kreatif, dan berakhlak baik

  • Siap bersaing secara nasional maupun internasional

  • Tetap memiliki semangat belajar dan inovasi, serta mampu memberi kontribusi positif bagi masyarakat

Kesimpulan

Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) telah menunjukkan perkembangan pesat sebagai perguruan tinggi berbasis nilai keislaman dan keilmuan. Dengan 5 fakultas, 23 prodi, akreditasi unggul, kerja sama internasional, dan kurikulum yang relevan, Unusa siap mencetak generasi muda yang berdaya saing global, berakhlak mulia, dan profesional di bidangnya.


WEB : 

Falkultas Kesehatan: https://fkes.unusa.ac.id/

Unusa:https://unusa.ac.id/

 Facebook : https://www.facebook.com/unusaofficialfb 

Instagram : https://www.instagram.com/unusa_official/ 

Youtube : https://www.youtube.com/@unusa_official 

Twitter ( X ) : https://x.com/unusa_official?lang=en 

Tiktok : https://www.tiktok.com/@unusa_official 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resume Short Course di UPM, Tahun Ketiga Ankes Unusa Tingkatkan Kompetensi di Bidang Parasitologi Molekular

RESUME MATERI FAKULTAS KESEHATAN